Produk diisi air hingga 2/3 dari kapasitas produknya dan tutup dengan sempurna. Kemudian produk dibalik / diputar ke bawah hingga sudut kemiringan sekitar 45 °. Hasilnya setelah 24 jam tidak ada rembesan air keluar melalui sealnya.Seal jenis ini terdapat pada classic round seal, deluxe canister seal, dan drinking flask seal. Di luar jenis seal ini jika diperlakukan dengan kondisi seperti di atas maka air akan keluar.
2. SPILL PROOF SEAL FOR LIQUIDS
Produk diisi cairan hingga 2/3 dari kapasitas produknya dan tutup dengan sempurna. Kemudian produk dibalik setelah 10 detik baru akan keluar rembesan cairan.
Seal jenis ini walau dapat menahan cairan dalam batas waktu yang singkat tetapi tidak dapat menahan cairan sebaik water tight seal, kemudian cairan akan merembes dan menetes sedikit demi sedikit. Karena itu produk dengan jenis seal ini dianjurkan selalu diposisikan tegak bukan miring saat diisi cairan. Contohnya instant seal, one touch seal, push button seal, pour all seal.
3. VIRTUALLY AIR TIGHT SEAL
- Mencegah oksidasi. Contoh oksidasi terjadi saat :
peralatan make up atau lensa kamera terkena jamur akibat kelembaban tinggi, perhiasan yang karatan, air jeruk yang menjadi amis meskipun di dalam kulkas.
- Mencegah dehidrasi. Contoh dehidrasi terjadi saat :
daging yang kehilangan rasa karena terlalu lama dalam kotak pembeku. Ini terjadi karena rusaknya sel-sel daging hingga air dalam sel keluar dan nampak air merah yang bercampur darah meleleh dalam lemari es. Contoh lain yaitu pepaya yang mengering di dalam lemari es.Jenis ini terdapat pada instant seal, one touch seal, oval seal, rectangular & square seal, push button seal, dan window canister seal.
4. COVER
Tidak ada komentar:
Posting Komentar